[REVIEW] Haikyuu!!: To the Top

YOSSHHAAA!!!
ONE DOES NOT SIMPLY: MENANG DI TURNAMEN NASIONAL

Tiga tahun lebih, akhirnya season keempat dari the best of the best anime sport masa kini muncul. Judul resminya Haikyuu!!: To the Top yang akan menceritakan kisah Karasuno selama perjalanannya di Turnamen Nasional. Yeah. Setelah pertandingan mati-matian melawan Shiratorizawa, kali ini Karasuno harus melawan tim yang jauh lebih mati-matian lagi untuk menghadapinya.

Terbagi menjadi dua cour, di mana cour pertamanya tayang Winter 2020, sementara cour keduanya — yang dilabeli Haikyuu!!: To the Top 2nd Season tayang dua musim setelahnya, Fall 2020. Cukup lama. Barangkali efek pandemi juga di mana banyak anime yang jadwal tayangnya harus mundur — yang secara insidental juga membuat kualitas grafik sedikit menurun.

Deretan arc yang terjadi selama season keempat ini juga yang nantinya akan memperkenalkan beberapa karakter-karater penting — yang secara teknis merupakan musuh-musuh terkuat. Saya juga pembaca manga, jadi kurang lebih saya tahu apa yang akan terjadi pada karakter-karakter ini. Intinya, arc ini seperti gerbang pembuka untuk final chapter.

Review, atau spoiler, kali ini akan cukup panjang, jadi kita mulai dari informasinya:

Episode: 25
Genres: Comedy, Sports, Drama, School, Shounen
Studios: Production I.G
Sinopsis: Intinya, persiapan Karasuno dan perlawanan Karasuno di Turnamen Nasional. Sinopsis, atau spoiler, lebih lanjut ada di bawah.

Karena review ini benar-benar mengandung unsur spoiler yang sangat keras, diharapkan sudah melihat serialnya lebih dulu.

COUR 1:

“Aku duluan.”

Dimulai dari rasa frustrasi yang dialami Hinata karena ditinggal dua rivalnya dalam pelatihan terpilih. Kageyama di pelatihan Tim Nasional Jepang Junior, sementara Tsukishima di pelatihan kelas satu, yang secara teknis, dilatih oleh Washijo-sensei (Pelatih Shiratorizawa). Hinata yang selama ini selalu mencari lawan kuat dan ingin bermain voli sekaligus mengembangkan skill-nya, tentunya merasa tertinggal jauh dengan dua rivalnya ini. Jadi, dalam suatu kesempatan bodoh, dia memilih menyelinap ke pelatihan kelas satu yang dihadiri Tsukishima.

Yah, jelas, dia kena semprot. Dia menyusup secara ilegal, jadi mana mungkin dia diperbolehkan mengikuti latihan seperti pemain terpilih lainnya. Jadi, yang dia lakukan di sana hanya menjadi pemungut bola — sesuai saran Washijo-sensei.

Hmm… sebenarnya apa yang direncanakan Washijo-sensei pada pemain yang seharusnya terlihat palilng ia benci ini, ya?

Tapi setelah melalui rasa frustrasi dan berbagai macam hal lain —bermodalkan nasihat dari kedua pelatihnya, Hinata berusaha mendapatkan sesuatu dari camp pelatihan itu.

Dan apakah dia menemukannya?

Tentunya perlu diingat bahwa Hinata memiliki insting hewan liar dalam voli. Dia tidak akan membiarkan kesempatan itu pergi begitu saja.

“Selama ini aku hanya selalu mengejar bola.”

Setelah arc pelatihan selesai, cerita berlanjut ke latihan tanding bersama Dateko di mana Kageyama, Tsukishima, dan… mungkin bisa disebut Hinata, menyesuaikan diri kembali pada gaya permainan Karasuno. Apakah baik-baik saja? Hmm… kalau dipikirkan secara logika, untuk camp pelatihan yang berisi anggota-anggota terpilih, lalu kembali ke tim yang memiliki pemain standar SMA, tentunya akan terasa berbeda. Pastinya ada banyak penyesuaian dan konflik yang terjadi.

Tapi itulah intinya. Inilah chemstry yang dibangun oleh Karasuno.

Maka setelah melalui semua itu, tibalah kita di arc yang ditunggu-tunggu: Turnamen Nasional!

Akademi Tsubakihara

Dibuka oleh character development dari sang manajer Karasuno, Shimizu-san, tentang masa lalu, keresahan, dan impiannya yang telah dia tinggalkan. Mungkin hanya singkat, tetapi cukup membekas karena dia satu-satunya karakter perempuan yang paling banyak disorot di serial ini. Yah, akhirnya, setelah tiga season berlalu, karakter satu ini mendapat jatahnya. Luar biasa.

Babak pertama Karasuno… mm… bisa dibilang pemanasan. Melawan Akademi Tsubakihara dan… ya, menarik. Tapi pertandingan akan jauh lebih menarik ketika cerita memasuki babak kedua.

Melawan Inarizaki.

Miya Atsumu

Melawan sekolah dengan gelar runner-up Inter High yang diboncengi oleh Miya bersaudara. Tim papan atas yang berusaha merangsak naik ke titik teratas dari tim bola voli tingkat SMA.

Tapi sebelum ke sana — sebelum memasuki cour kedua, jangan lupa persaingan menarik antara dua pemain pendek di Turnamen Nasional ini.

Sungguh, kemunculan Hoshiumi, si raksasa kecil, selalu diikuti efek suara yang cerah dan heboh. Seolah karakter satu ini tidak akan muncul sebagai karakter yang misterius, suram, dan mengerikan, melainkan sebagai karakter yang ceria, heboh, mengagumkan, dan meledak-ledak.

COUR 2:

“AKU LUPA MEMUKULNYA!!”

Dari semua pertandingan yang ada di Haikyuu!! sampai sejauh ini, sejujurnya saya paling menyukai pertandingan melawan Inarizaki. Ada banyak karakter yang mendapat sorotan dan… yang paling saya suka: banyak pelajaran-pelajaran unik yang bisa dipetik dari kisah para karakter ini. Dari semua arc yang ada sampai season keempat ini, saya berani bilang bahwa inilah arc tersinting, terhebat, tergokil, tersentuh, teseru, dan apa pun yang hebat lainnya.

Inarizaki ini tim dengan gaya seperti Karasuno, yang selalu mencoba-coba hal-hal gila selama pertandingan karena adanya Miya bersaudara, tetapi dengan sentuhan yang jauh lebih kuat karena serangan dan pertahanan yang, pada dasanya, memang sudah seimbang sekaligus kuat. Spiker-nya punya teknik yang sangat paten, dan libero-nya sungguh sanggup mematahkan berbagai macam serangan Karasuno dari arah mana pun.

“We don’t need (things like) memories.”

Meski dibilang Inarizaki yang bertahan melawan gempuran Karasuno, sepertinya tidak. Di akhir pertandingan, Inarizaki-lah yang unggul dari segi apa pun. Para pendukung Inarizaki yang aduhai jauh lebih luar biasa dari Shiratorizawa, sudah bukan lagi mematahkan semangat, tetapi juga mengendalikan tempo permainan. Andai saja Karasuno tidak memiliki tim pendukung, mungkin sudah sejak awal Karasuno dilibas habis oleh Inarizaki.

Tim Taiko Karasuno

Di tengah pertandingan yang naik-turun, nantinya akan ada sedikit selingan oleh pertandingan Nekoma, di mana jika mereka menang, Nekoma akan melawan pemenang dari pertandingan Karasuno vs Inarizaki. Itulah kenapa selingan ini penting.

Tapi kembali ke pertandingan Inarizaki vs Karasuno, di sinilah momen-momen kebangkitan dari setiap pemain muncul. Hampir setiap pemain mendapatkan pengembangan karkater, yang dari sisi Karasuno dimulai dari Tanaka. Disusul dengan Nishinoya, Kinoshita, dan tentunya, Hinata. Dari sisi Inarizaki, ada pengembangan karakter dari sang kapten, Kita, dan juga Miya bersaudara — atau lebih tepatnya, Miya Atsumu.

“Aku hanya menusia biasa.”
“Karena aku seorang setter.”
Satu line yang berhasil membuat saya tergerak.

Secara pribadi, saya banyak merasakan goosebump di akhir-akhir pertandingan, terutama ketika Hinata mendapat momentum pertamanya sejak rasa frustrasi di cour pertama. Semua pengamatan yang digabung dengan insting hewan liarnya kini bergabung menjadi satu analisis yang membuatnya semakin menyelami dunia voli.

Dan ketika cerita memasuki sequence terakhir, break terakhir Karasuno benar-benar epic dengan perpaduan animasi, pertandingan yang intense, dan efek suara yang membuat jantung ini terpompa.

KARASUNO…. BREAK!!

Pertandingan yang sungguh intense, cocok dengan tag-line yang muncul di episode 24: pertandingan para monster.

GRAFIK DAN MUSIK:

Pembawaan di season keempat ini tampaknya dibuat sedikit lebih cerah oleh Production I.G, entah alasannya apa, tetapi setidaknya cukup memuaskan kalau dipertimbangkan jadwal tayangnya yang tepat berada di masa pandemi. Intinya, saya merasa grafiknya menjadi sedikit lebih cerah dibanding grafik yang dibawa Production I.G di season ketiganya.

Dan namanya pandemi, pasti akan berdampak ke kualitas yang dibawa.

Jadi, jangan terkejut kalau di awal cour kedua, kalian akan menemukan beberapa kejanggalan dan ketidakseimbangan dari desain karakter seperti ini.

Tapi tenang, seiring berjalannya waktu, grafik akan membaik, dan Haikyuu!! akan menjadi Haikyuu!! yang sebenarnya. Menyuguhkan POV dari sudut yang tidak bisa ditebak, dengan kualitas pergerakan karater yang luwes dan so smooth.

Efek suaranya juga tetap dibawakan oleh Yuki Hayashi dan Asami Tachibana. Salah satu yang menjadi faktor penting mengapa setiap adegan bisa begitu intense. Luar biasa. Untuk saat ini, soundtrack-nya sendiri sudah tersedia di berbagai macam penyedia musik.

SUMMARY:

Sungguh, pertandingan yang sangat epic untuk membuka panggung Turnamen Nasional. Inarizaki vs Karasuno seperti memberi gerbang baru untuk cerita Haikyuu!! ke depannya. Saya pasti merekomendasikan serial ini dari season pertamanya.

Mari kita lihat apakah season kelimanya akan muncul dan membawa kualitas yang lebih epic.

Pertandingan di tempat sampah akan dimulai.

Untuk Review Haikyuu:!! season ketiga ada di sini.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s